Santri Baru Salaman dengan Ulama Al Azhar Mesir

Santri Baru Salaman dengan Ulama Al Azhar Mesir

KH Zuhrul Anam Hsisyam mendampingi lima (5) Syaikh dari Al Azhar As Syarif Kairo Mesir, saat melakukan kunjungan ke At Taujieh Al Islamy 2, Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas.

LELER, Attaujieh.com – HARI-hari pertama di Ponpes At Taujieh Al Islamy 2, Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas pasti begitu berkesan khususnya bagi santri baru. Kurang lebih 1.000 santri baru datang dari berbagai daerah, Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan lainnya. Ada yang datang sesuai jadwal, Kamis (12/7) ada juga yang lebih awal karena kendala jarak.

“Pernak-pernik santri baru, yang paling banyak memang emosional orang tua yang harus berpisah dengan anak. Tidak sedikit, yang baru pertama mondok, baru pernah hidup sendiri, apalagi kalau rumahnya Kalimantan, Sumatera (Luar Jawa), pasti haru,” kata Ustadz Amir, salah satu pendamping santri.

Teknologi informasi, menjadikan rasa khawatir orang tua kepada anak begitu jelas. Misalnya banyak orang tua yang ‘baper’ (terbawa perasaan) hanya soal makan. “Ustadz, anak saya sudah makan atau belum ya. Saya kepikiran terus, sampai mau makan saja tidak enak rasanya,” begitu kurang lebih pesan singkat yang banyak diterima ustadz pendamping.

Akan tetapi, Kamis (12/7) malam pekan kemarin, menjadi momentum berharga bagi keluarga besar Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah, Kebasen, Banyumas. Terutama, bagi Pengasuh Ponpes At Taujieh Al Islamy 2, Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas, KH Zuhrul Anam Hisyam dan seluruh santrinya.  Pasalnya, lima Ulama Al Azhar, Kairo, Mesir hadir di ‘Kampung Santri’ Leler dan ikut menyambut santri baru.

Masing-masing, Syaikh Robi’ Kamil (Al Azhar), Syaikh Ahmad Said Imran Ad Dah (Mursyid Thoriqoh Idrisiyyah), Syaikh Zakaria Marzuq (Imam Masjid Al Azhar, Kairo). Turut juga hadir Munsyid (pelantun Sholawat) Internasional Syaikh Ihbab Yunus dan Syaikh Naaji Al Yamani.

“Malam ini kita mendapat kemuliaan, kedatangan Ulama dari Mesir. Semoga Pondok kita selalu memiliki hubungan dengan Universitas Al Azhar. Semoga berkahnya Al Azhar sampai (tersambung) ke Ponpes At Taujieh Al Islamy Andalusia,” kata Gus Anam dalam acara Tasyakur dan Sholawat Pembukaan Tahun Pelajaran Baru.

Kunjungan Ulama Internasional, kata Gus Anam sudah menjadi bagian dari ‘tradisi’ di At Taujieh Al Islamy 2. Disebutkan, misalnya, Syaikh Prof Dr Fathi Abdurrahman Hijazi, Guru Al Azhar yang sudah dua kali berkunjung. Ada juga Syaikh dari Syiria; Syaikh Muh Rojab Deeb, Syaikh Adnan Afyouni, Syaikh Syahattah, Syaikh Umar Muhammad Rojab Deeb yang sudah tiga kali berkunjung.

“Kami berdoa, kelak santri At Taujieh Al Islamy 2 bisa melanjutkan ke Universitas Al Azhar, Kairo. Dan insyaallah, menjadi Ulama yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara,” kata Gus Anam disambut koor ‘amin’ ribuan jamaah dan santri.

Sentuhan Sufisme

Sementara itu, Syaikh Robi’ Kamil dan Syaikh Zakaria Marzuq menyampaikan beberapa pesan bagi masyarakat Indonesia, dan jamaah khususnya. Diantaranya, pesan agar Indonesia dijaga betul dari paham-paham Islam ektrim (radicalism). Sementara kepada Ulama, para Syaikh berharap mereka berperan aktif menjaga Indonesia dari segala bentuk perpecahan.

Sementara bicara soal penguatan keagamaan, selain syariat berpegang pada 4 imam madzhab, Syaikh Robi’ Kamil menekankan pentingnya ‘celupan’ sufi. At Taujieh Al Islamy 2, masih kata Syaikh Robi’ Kamil  sungguh patut di apresiasi, karena sudah menerapkan itu dan berjalan pada jalan yang benar. Syaikh Robi’ Kamil yang merupakan salah seorang mursyid Thoriqoh Idrisiyah bahkan menilai bahwa Pondok Attaujieh Islamy 2 Andalusia memiliki aura ruhaniyah yang dominan.

“Bisa bersalaman dengan Ulama Al Azhar menjadi obat mujarab santri baru dan pengalaman berharga. Semoga, santri-santri semakin betah dan mendapat ilmu manfaat barokah,” kata Koordinator Pendidikan, Agus Hilmy Mubarok menambahkan. (djito el fateh)