Majelis Khotaman ‘Khoojikan’, Ikhwan Naqsyabandi

Majelis Khotaman ‘Khoojikan’, Ikhwan Naqsyabandi

KH Zuhrul Anam Hisyam memimpin langsung Khotaman Khoojikan, di Aula Lt 3 Ponpes At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia, setiap malam Jumat.

#Rutinan Thoriqoh Gus Anam

SEJAK rawuhnya Prof Dr Syaikh Fathi Abdrurahmah Hijazi dari Mesir, Mei  2017 silam, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) rutin mengadakan ‘Khotaman Khoojikan’. Yakni, sebuah amaliah dzikir bersama yg merupan amalan rutin penganut thriqoh naqsyabandiyah. Pada saat yang sama, sebagai Mursyid Thoriqoh Naqsyabandi, Gus Anam sudah melakukan baiat pada 230 orang lebih.

Kalimat ‘Khoojikan’ sendiri bukanlah Bahasa Arab melainkan Bahasa Persi. Merupakan jamak dari khoojah yg berarti kyai besar. “Amalan tersebut dinamakan khoojikan karena disusun dan diamalkan oleh Ulama Agung,” kata Gus Anam memberi penjelasan.

Khotaman khoojikan bukan amalan rukun dalam Thoriqoh Naqsyabandiyah. Meski demikian, merupakan amalan yg teramat penting bagi praktisi Naqsyabandi (ikhwan). Karena, secara ruhaniyyah memberi manfaat pada peningkatan makomaat ruhaniyyah. “Yang juga sangat penting, ampuh sebagai sarana permohonan segala hajat dunia maupun akhirat,” kata Gus Anam lagi.

KH Zuhrul Anam Hisyam saat sowan ke kediaman Syaikh Fathi Abdurrahman Hijazi di Kairo, Mesir

ijazah

 

Keutamaan Khoojikan

Gus Anam, merujuk pada dawuh sebagian Ulama Naqsyabandi mengatakan, “Menghadiri Majelis Khotaman Khoojikan lebih utama ketimbang tawajjuhnya 36 ahli ma’rifat. Selain itu, dalam kitab Assalsabiil Ma’iin tulisan Imam Sanusi disebutkan bahwa, dalam tradisi Naqsyabandi tidak ada doa yang keampuhannya melebihi doa Khotaman Khoojikan,” kata Gus Anam yang juga menantu Mbah KH Maimoen Zubair, Sarang, Rembang.

Lebih lanjut, Gus Anam menjelaskan beberapa jenis Khotaman Khoojikan. Pertama, Khotaman Kabiir atau khotaman besar. Disusun oleh Syaikh Abdul Kholiq Alghojdawani. Kedua, Khotaman Khoojikan yg disusun oleh Imam Bahauddin Annaqsyabandi (Uzbekistan). Ketiga, Khotaman yang disusun oleh Imam Ahmad Alfaaruqi Al Imam Arrobbani.

Gus Anam menerim ijazah silsilah Naqsyabandi dari Syaikh Moh Rojab Deeb

“Kesemuanya mempersyaratkan sejumlah syarat tertentu. Diantaranya hanya boleh diikuti oleh orang yang sudah menjalani talqiin atau baiat kepada seorang mursyid. Dan dipimpin oleh orang yang sudah mendapat perkenan dari seorang mursyid,” kata Gus Anam menjelaskan.

Untuk diketahui, bahwa Gus Anam menjadi mursyid Thoriqoh Naqsyabandi setelah sebelumnya mendapat talqin dari sejumlah Ulama Mursyid utama.  Gus Anam sendiri mengadakan khotaman khoojikan setiap malam Jumat. Sedangkan Khotaman Kabiir setiap Malam Jumat Kliwon di Ponpes At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia dihadiri 200 lebih ikhwan dari berbagai wilayah.

Berikut nama-nama ulama Thoriqoh Naqsyabandi yang langsung membait Gus Anam dan memberi ijazah. Pertama,  Syaikh Maimun Zubair (Mbah Moen, Sarang, Rembang), dengan diiringi dawuh khos yang diperuntukkan hanya pada Gus Anam. Kedua, talqin dari Syaih Prof Dr Fathi Abdurrahman Hijazi (Mesir).  Ketiga, talqin dari Syaikh Dr Muhammad Najmuddin Al Kurdi diiringi dawuh, wa laka ta’liimu al thiriqoh linnaasi jamiian. Keempat, talqin dari Syaikh Dr Muhamad Rojab Deeb (Syria), yang berasal dari Syaikh Rojab ini dalam bentuk  tertulis (silsilah ijazah) dipertegas dengan dawuh anta mujaaz wa mujiiz.